Tampilkan postingan dengan label HIVAIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIVAIDS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Januari 2016

Cara Berteman Dengan Penderita HIV/AIDS

Salah seorang teman atau sahabatmu baru saja cerita bahwa mereka terinfeksi HIV. Berikut adalah sugesti kepada kalian bagaimana cara penerimaan yang baik untuk mereka. Ada beberapa hal yang sebaiknya jangan di lontarkan dan apa yang sebaiknya disampaikan.

JANGAN TANYAKAN INI!

Sudah berapa lama terinfeksi HIV?
Bagaimana kau bisa terinfeksi HIV?
Siapa Yang menularkan HIV padamu?
Saya sih gak kaget kamu terinfeksi HIV
Saya sih gak bakalan ketularan ya..

Saat seseorang terinfeksi HIV, sangat tidak diperkenankan kita untuk menyampaikan kelima hal diatas. Hal itu dianggap kurang pantas dan tidak sopan karena akan menyakiti atau menyinggung perasaan teman kita yang terinfeksi HIV tersebut. Ini akan mengingatkan kembali tentang (mungkin) hal buruk yang pernah mereka alami dan rasakan, ada kemungkinan juga ini akan mengingatkan mereka kembali bahwa mungkin mereka pernah tersakiti.

Yang perlu diketahui, siapapun anda beresiko akan HIV. HIV tidak mengenal siang dan malam. HIV pun tidak mengenal siapa orangnya, baik itu pecandu, Peuka Agama, orang pemerintah sekalipun masyarakat umum. Siapapun bisa terinfeksi HIV jika tidak memiliki informasi HIV yang baik dan benar. Tidak mau belajar dan merasa bahwa HIV ini adalah isu sosial, isu dan persoalan masyarakat indonesia yang harus diketahui layaknya informasi umum lainnya. Agar anda bisa melindungi diri anda.

SILAHKAN SAMPAIKAN INI!

Hey, Kamu Gak sendirian kok..
Apakah kamu sudah memulai terapi?
Kalau butuh cerita, kamu bisa cari saya..
Apakah kamu sudah bertemu dengan dokter yang baik
Terima kasih ya kamu sudah sharing ke saya..

Kata kata dan Kalimat yang sifatnya motivasi sebaiknya disampaikan untuk menunjukan bahwa kita mensupport walaupun sahabat kita terinfeksi HIV. Pastikan anda sampaikan ini dengan tulus dan bukan basa basi ya.. karena seperti yang kita semua tahu HIV tidak dengan mudah menular kepada orang lain. Sekilas agar menambah wawasan teman teman dan mengingatkan bahwa HIV hanya menular melalui; 1) Hubungan Seksual yang tidak aman atau tanpa kondom; 2) Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan digunakan bergantian; 3) Ibu HIV Positif kepada bayi yang dilahirkannya, tanpa Intervensi program Pencegahan HIV.

Nah, selebihnya kalau hanya berteman saja itu tidak akan menularkan HIV lhoo. Maka dari itu Jika sahabat/teman/sodara/tetangga kita terinfeksi jangan takut untuk tetap berteman dengan mereka. Seperti bersalaman, ngobrol bareng, bekerja dan makan siang bersama, nonton dan olahraga bersama itu tidak akan menularkan HIV. Sehingga penting saat kita tahu orang terdekat kita terinfeksi HIV kita harus menyampaikan hal hal yang sifatnya positif. Seperti, “terima kasih ya kamu udah cerita sama aku. Kamu gak sendirian kok… aku yakin kamu akan baik baik saja dan pastikan kamu bagi ke aku informasi tentang HIV dan AIDS supaya aku lebih tahu..”
Continue Reading...

Minggu, 01 November 2015

Penyebab HIV dan AIDS

Di Indonesia penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik untuk penggunaan narkotika.
Entah terjadi gejala atau tidak, seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkan virus kepada orang lain. Orang yang positif mengidap HIV lebih mudah menularkan virus beberapa minggu setelah mereka tertular. Pengobatan terhadap HIV akan menurunkan risiko penyebaran kepada orang lain.

Penyebaran HIV

HIV tidak menular semudah itu ke orang lain. Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urin tidak bisa menularkan virus ke orang lain. Ini dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak. Cairan yang bisa menularkan HIV ke dalam tubuh orang lain adalah:
  • Darah
  • Dinding anus
  • Air Susu Ibu
  • Sperma
  • Cairan vagina, termasuk darah menstruasi
HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk atau peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah:
  • Melalui luka terbuka di kulit.
  • Melalui dinding tipis pada mulut dan mata.
  • Melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin.
  • Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.
Melalui hubungan seks
Penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga berisiko terinfeksi, tapi risikonya cukup kecil. Penyebaran HIV melalui seks oral akan meningkat jika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau terdapat luka di mulut. Atau orang yang melakukan seks dengan orang baru saja terinfeksi HIV dan punya banyak virus di tubuhnya.
  • Tinggi rendahnya risiko penularan HIV berbeda-beda, tergantung pada jenis hubungan seks yang dilakukan.
  • Melakukan seks oral pada pria yang positif HIV, dan pria itu ejakulasi di mulut.
  • Penularan HIV bisa terjadi ketika kita lakukan seks oral pada wanita yang positif mengidap HIV, terutama saat sang wanita sedang menstruasi, meski risikonya kecil.
  • Menerima seks oral dari orang yang menderita HIV, risikonya sangat rendah, karena HIV tidak menular melalui air liur.
Selain melalui hubungan seks, HIV bisa menular melalui:
  • Tranfusi darah.
  • Dari ibu kepada bayi, baik saat kehamilan, melahirkan atau ketika menyusui.
  • Berbagi jarum, baik untuk menindik atau menato.
  • Berbagi suntikan, terutama bagi para panasun (pengguna narkotika suntik).

Pengaruh HIV Pada Tubuh Manusia

Sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi kita dari penyakit yang menyerang. Salah satu unsur yang penting dari sistem kekebalan tubuh adalah sel CD4 (salah satu jenis sel darah putih). Sel ini melindungi dari beragam bakteri, virus dan kuman lainnya.
HIV menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Virus memasuki sistem kekebalan pada sel CD4. Virus ini memanfaatkan sel CD4 untuk menggandakan dirinya ribuan kali. Virus yang menggandakan diri ini akan meninggalkan sel CD4 dan membunuhnya pada waktu yang sama. Makin banyak sel CD4 yang mati, sistem kekebalan tubuh akan makin rendah. Hingga akhirnya, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi.
Ketika proses ini terjadi, tubuh akan tetap merasa sehat dan tidak ada masalah. Kondisi ini bisa berlangsung selama 10 tahun atau bahkan lebih. Dan penderita bisa menyebarkan virus pada periode ini.

Orang-orang yang Berisiko Terinfeksi HIV

Ingatlah bahwa semua orang berisiko terinfeksi HIV, tanpa mengenal batasan usia. Tapi terdapat beberapa kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi HIV. Mereka adalah:
  • Orang-orang yang memakai narkotika suntik.
  • Orang membuat tato atau tindik.
  • Orang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom baik sesama jenis kelamin, maupun heteroseksual.
  • Orang yang tinggal atau sering bepergian ke daerah-daerah dengan angka HIV tinggi, misalnya Afrika, Eropa Timur, Asia dan Amerika bagian selatan.
  • Orang yang melakukan transfusi darah di daerah dengan angka HIV tinggi.
  • Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.
  • Orang yang melakukan hubungan seks dengan pemakai narkotika suntik.
Continue Reading...

Gejala HIV dan AIDS

Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah serokonversi. Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul. Dan tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.

Tahap Pertama

Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menyebabkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Ini sering disebut sebagai serokonversi.
Diperkirakan sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:
  • Tenggorokan sakit
  • Demam
  • Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal
  • Pembengkakan noda limfa
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri persendian
  • Nyeri otot
Gejala-gejala di atas bisa bertahan hingga satu bulan. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV.
Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

Tahap Kedua

Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun (masa jendela). Ini adalah tahapan ketika infeksi HIV berlangsung tanpa munculnya gejala. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita bisa menularkan infeksi ini pada orang lain. Lama tahapan ini bisa berjalan sekitar 10 tahun atau bahkan bisa lebih.

Tahap Ketiga atau Tahap Terakhir Infeksi HIV

Jika tidak ditangani, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini lebih dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berikut ini adalah gejala yang muncul pada infeksi HIV tahap terakhir:
  • Noda limfa atau kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.
  • Merasa kelelahan hampir pada tiap saat.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit.
  • Sesak napas.
  • Diare yang parah dan berkelanjutan.
  • Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan atau vagina.
  • Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.
Risiko terkena penyakit yang mematikan akan meningkat pada tahap ini. Misalnya kanker, TB, dan pneumonia. Tapi meski ini penyakit mematikan, pengobatan HIV tetap bisa dilakukan. Penanganan lebih dini bisa membantu meningkatkan kesehatan.
Continue Reading...

Tentang HIV dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.
Beberapa cara penularan virus HIV/AIDS adalah sebagai berikut:
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV
HIVAIDS-Alodokter
Tidak ada obat untuk HIV, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini akan membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.
Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

HIV/AIDS di Indonesia

Secara global, infeksi HIV/AIDS mengalami penurunan. Semua ini dikarenakan oleh intervensi yang menyebabkan perubahan pola komunikasi, pemakaian kondom, pencegahan transmisi dari Ibu-Anak, kampanye khitan dan pencegahan lainnya. Infeksi HIV baru sudah menurun dalam satu dekade terakhir. Tahun 2013, infeksi HIV dunia mencapai 2,3 juta. Mengalami penurunan sebanyak 33% sejak tahun 2001.
Sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 sampai dengan Desember 2013, HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS.
Setiap 25 menit di Indonesia, satu orang akan terinfeksi  HIV. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Proyeksi Kementerian Kesehatan Indonesia memperlihatkan, tanpa adanya percepatan program pencegahan HIV, lebih dari 500.000 orang Indonesia akan positif terinfeksi HIV pada tahun 2014. Papua, Jakarta dan Bali yang berada paling depan dalam tingkat penyebaran kasus HIV baru per 100.000 orang. Jakarta memiliki angkat terbesar untuk kasus baru pada tahun 2011 yaitu sebesar 4.012 kasus.

Penyebaran HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.
Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.
Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:
  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalu seks oral.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Tes Infeksi HIV

Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.
Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih dahulu. Konseling bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan juga pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV.
Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu.
Ada beberapa tempat untuk melakukan tes HIV. Anda bisa menanyakan pada rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Di Indonesia, terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang fokus untuk urusan HIV/AIDS, di antaranya:
  • Komunitas AIDS Indonesia
  • ODHA Indonesia
  • Himpunan Abiasa
  • Yayasan Spiritia
  • Yayasan Orbit
Sedangkan lembaga pemerintah yang dibentuk khusus untuk menangani HIV/AIDS adalah Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).
Jika hasilnya positif, Anda akan dirujuk menuju klinik atau rumah sakit spesialis HIV. Beberapa tes darah lainnya mungkin akan diperlukan. Tes ini untuk memperlihatkan dampak dari HIV kepada sistem kekebalan Anda. Anda juga bisa membicarakan tentang pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

Langkah Pengobatan Bagi Penderita HIV

Meski belum ada obat untuk sepenuhnya melenyapkan HIV, tapi langkah pengobatan HIVyang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang hidup bagi penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.
Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi tiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.
Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

Cara Pencegahan HIV

Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk terinfeksi HIV.
Continue Reading...

Sabtu, 24 Oktober 2015

PIK-KRR SMA N 1 BATAM







PIK-KRR ????
Apa itu ?











PIK-KRR adalah Pusat Informasi Konseling dan Kesehatan Reproduksi Remaja. Ini adalah salah satu sub program dari BKKBN yang menitikberatkan pada remaja sebagai subjek  penyuluhan. Sekarang, di SMAN 1 Batam sudah ada organisasi ini, yang sudah bangkit kembali setelah vakum selama beberapa tahun.

-Tujuan PIK-KRR itu apa sih?
·         Membantu siswa yang memiliki masalah mengenai KRR, Pribadi, dan Sosial
·         Memberi informasi mengenai KKR
·         Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku positif remaja tentang Triad KRR
·         Tempat curhat bagi siswa mengenai masalah apapun

-Triad KRR itu apa?
TRIAD KRR adalah tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas, HIV/ AIDS dan Napza.

-KRR merupakan kepanjangan dari Kesehatan Reproduksi Remaja.

-KRR terdiri dari :

1.Seksualitas, adalah segala sesuatu yang menyangkut hidup manusia sebagai makhluk seksual, yaitu emosi, perasaan, kepribadian, sikap yang berkaitan dengan perilaku seksual, hubungan seksual dan orientasi seksual.

2.HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala yang timbul akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh karena terinfeksi virus HIV. IMS merupakan kepanjangan dari infeksi menular seksual yaitu infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual.

3.NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya. kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba. Napza adalah zat-zat kimiawi yang masukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut) dihirup (melalui hidung) dan disuntik.

- Kenapa PIK-KRR ini fokus kepada remaja?
Karena remaja sendiri adalah masa peralihan anak anak menuju dewasa. Di masa ini terjadi perubahan signifkan pada fisik dan kepribadian yang berdampak pada perubahan emosional. Jika tidak diatasi dengan baik, maka perubahan ini akan membawa pengaruh buruk kepada remaja. Di sini lah kami membantu remaja untuk melewati fase ini dengan baik sehingga tidak terjerumus pada jalan yang fatal.

- Jika terjebak pada jalan yang salah, kita tahu masalah apa saja yang akan menjerat remaja. Di mulai dari seks bebas yang berakibat terjangkit penyakit AIDS, penggunaan narkoba, masalah sosial seperti dibully, diperlakukan kasar, dan sebagainya.

- Maka dari itu, kita sebagai generasi muda yang akan memajukan Indonesia seharusnya dari sekarang mulai sensitif terhadap sekitar terutama kepada teman sebaya kita. Karena jika tidak, lama kelamaan negeri yang kita cintai ini akan hancur karena dipenuhi oleh pengguna narkoba dan orang orang yang terjangkit penyakit seksual.
BANGKIT DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CERAH
Continue Reading...